Kekuatan Cinta

    Pada kitab Kejadian 29:18 berbunyi “Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.” kejadian ini menceritakan Seorang pria yang lagi jatuh cinta pada seorang wanita, dan juga sebaliknya, akan melakukan apa saja yang bisa diperbuat untuk mendekatinya. Pengorbanan apapun akan ia lakukan, untuk mendapatkan apa yang dicintainya. Seorang ayah atau ibu bersedia melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan putra-putrinya. Seorang ibu rela bangun lebih awal demi mempersiapkan sarapan bagi suami dan anak-anaknya. Seorang guru, meskipun mempunyai gaji yang tidak begitu besar, bersedia bekerja dengan mencurahkan seluruh tenaganya. Cinta mempunyai daya penggerak yang menghidupkan. Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendengarkan bagaimana Yesus menunjukkan kepada kita suatu kekuatan cinta, sekaligus mengajak kita untuk mengalami kekuatan cintaNya. Manakah kekuatan cinta itu? Kekuatan cinta itu adalah saat dimana Bapa mengasihi kita dan bersama Yesus datang serta diam bersama-sama dengan kita. Kekuatan cinta itu adalah daya yang membuat kita senantiasa mengatakan Ya bagi Yesus. Inilah kekuatan cinta itu dalam sabdaNya: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Kebersamaan Bapa dan PuteraNya, Tuhan kita Yesus Kristus yang tinggal di antara kita menjadi kekuatan cinta yang menghidupkan.

    Allah Bapa dan Yesus selalu ingin tinggal bersama kita. Hal ini semakin ditegaskan oleh Yesus dengan janjiNya yang tidak akan meninggalkan kita dalam kesendirian. Ia tidak ingin membiarkan diri kita dalam pergumulan dan perjuangan hidup seorang diri. Ia akan mengutus Roh penolong dalam kehidupan kita di dunia ini. Sang Penolong, dalam bahasa Yunani disebut Parakleetos yang berarti dia yang dipanggil untuk mendampingi, menolong dan menjadi pembela di hadapan dunia. Parakletos berasal dari kata para: dekat, dan kleetos: yang dimintai bantuan dalam keadaan mendesak. Parakleetos ini juga berarti kehadiran ilahi yang membuat manusia dapat berjalan terus di dunia yang sarat dengan kekuatan gelap. Kehadiran Sang Penolong kerap tak terduga dan tanpa kita sadari. Ketika kita sebagai orang beriman butuh bantuan, ia akan datang sebelum sempat memanggilnya.

    Allah Bapa dan Yesus yang ingin selalu bersama dengan kita serta kehadiran Sang Penolong yang dijanjikan dalam setiap kesempatan hidup kita membutuhkan jawaban dari pihak kita. Dengan kata lain, sukacita akan kekuatan cinta Allah juga tergantung dari jawaban kita manusia. Jawaban ”Ya” untuk mencintai Yesus menjadi pintu masuk bagi kita untuk mengalami berbagai kekuatan cinta Allah. Namun itu semua bukan berarti bahwa kita tidak akan mempunyai persoalan hidup di dunia ini. Persoalan selalu datang tanpa kita minta. Persoalan selalu ada di sekitar kita. Dan kita diajak untuk menyelesaikan persoalan dan pergumulan hidup kita dengan kekuatan cintaNya. Dengan kekuatan cinta Allah, kita menjadi yakin bahwa kita mampu untuk melalui itu semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s